Kenapa Harus Mereka

Pemandangan yang hampir tiap hari kulihat saat pulang kerja. Anak-anak yang usianya tak jauh berbeda dengan anakku harus mengalami kerasnya kehidupan. Jadi pengamen, peminta-minta dan jadi joki 3 in 1 bersama wanita yang sepintas tak terlihat sebagai ibu kandungnya..
Kepanasan, kehujanan dan kadang dibentak oleh ”ibunya” benar-benar membuat naluri keibuanku keluar. Seketika yang terlintas di benakku bahwa yang berada di situ adalah fathimahku, ya Allah tak kuat rasanya mata ini untuk tak menangis.
Sebegitu kejamkah tangan kemiskinan hingga harus merenggut masa bermain mereka. Masa kecil yang seharusnya bahagia tak mereka rasakan, justru malah harus merasakan kejamnya dunia..
Kenapa harus mereka yang mengalaminya, jiwa-jiwa yang tak berdosa itu…
Ingin aku memeluk bocah-bocah itu tapi tak pernah bisa karena ”ibu” mereka tak pernah terima anaknya disentuh oleh kami, si penumpang bus.

Semoga suatu saat nanti bocah-bocah itu menemukan kebahagiaan mereka.

*ditulis sambil memandangi Ntikku yang tertidur pulas karena sedang demam*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s