Kebutuhan Akan Khadimat

Khadimat alias asisten rumah tangga. Bagi ibu bekerja seperti saya, khadimat adalah hal yang sangat penting dan sangat saya butuhkan. Terlebih karena aku memiliki seorang bayi maka keberadaan khadimat adalah hal yang sangat urgent di keluarga kecil kami. Maklum kami tinggal di perantauan, jauh dari orang tua, jarak antara kantor – rumah juga lumayan jauh.

Memasukkan orang asing ke rumah, orang yang sebelumnya belum kita kenal memang membutuhkan adaptasi yang luar biasa menurut saya. Perbedaan kultur dan tradisi harus benar-benar dibicarakan ketika pertama kali khadimat datang ke rumahku. Ya, sejak pertama kali aku selalu menjelaskan kepada khadimat-khadimatku tentang kulturku. Terlahir sebagai orang kalimantan (pontianak) yang berdarah sulawesi, aku dibesarkan dengan adat dan tradisi yang keras. Logat bicara orang pontianak cenderung nyaring dan terkesan kasar padahal sebenarnya maksudnya bukan marah. Sedangkan khadimatku berasal dari Jawa Tengah yang aku tahu sekali bahwa mereka sangat halus dan sopan tutur katanya. So, perbedaan bahasa dan kultur ini adalah hal utama yang harus aku jelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman nantinya. Beruntung suamiku juga orang Jawa sehingga jika ada hal yang tak bisa aku jelaskan dengan bahasaku, maka suamikulah yang akan menjelaskannya dengan bahasa kromo inggilnya.

Hubungan dengan khadimat bagiku seperti simbiosos mutualisme, saling menguntungkan. aku membutuhkan tenaganya untuk menjaga anakku dan mengurus rumah, dan dia membutuhkan uang sebagai kompensasi atas jasanya. Saling menjaga perasaan adalah prinsipku dalam bergaul dengan khadimat. Meskipun dia bekerja denganku tapi aku tidak ingin merendahkan pekerjaannya (malah aku salut deh sama para khadimat soalnya kerjaan mereka kan mulia juga). sebisa mungkin selalu berkomunikasi dengan mereka kapanpun aku berada di rumah, baik itu ketika saat nonton tivi bersama, saat memasak atau saat santai lainnya.

Meskipun sudah berusaha semaksimal mungkin menjaga hubungan itu, tapi aku harus kecewa beberapa kali dengan yang namanya khadimat ini. Dalam setahun aku harus beberapa kali berganti khadimat karena ulah mereka. Ada yang kabur karena gak bisa kerja rumah tangga, ada yang klepto, ada yang miss ring ring, tagihan telpon sampe jebol jutaan dan beberapa lagi kelakuan mereka yang bikin aku dan suami cukup deg deg serr karena mau tidak mau kami harus cari khadimat baru lagi. Tapiii yang namanya kebutuhan, so kami harus kebal dengan semua masalah yang mereka timbulkan. Dan kami yakin bahwa suatu saat nanti kami akan mendapatkan khadimat yang amanah dan pengertian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s