Abot…Abot.., Ayuuuun…Ayuuunnn!!!

note : bagi yang punya penyakit iri hati atau gampang mencibir, jangan baca tulisan ini karena saya mau narsis tentang anak saya.

Hah?
Sopo sing abot?
Sopo sing diayun?

Hehehe…:D bukan sodara-sodara, kata-kata di atas bukan itu kok maksutnya. Bukan abot dalam bahasa jawa yang artinya berat dan bukan pula ayunan yang swing swing swing. Dua kata itu adalah kata yang akhir-akhir ini paling sering diucapkan sama Fathimah.
Ada yang tahu artinya?? Ayo ngacung, ntar saya kasih hadiah kalo bisa jawap.

Berhubung belom ada yang bisa jawab, saya kasih tau aja ya jawabannya.
Jadi kata abot-abot yang sering diucapkan Fathimah itu artinya perabot
Kok bisa?
Iya dwong.. Begini ceritanya (ayo duduk yang rapi dengerin cerita saya)๐Ÿ˜€ Jadi saban hari di komplek kita tuh selalu berseliweran berbagai macam tukang juwalan, mulai dari tukang ayam, tukang bacang, tukang siomay, tukang las, tukang ketoprak, tukang sayur, dan bermacam-macam tukang lainnya termasuklah si tukang pedagang kelontong alias perabotan tumah tangga ini. Kan dia juwalannya make mobil tuh, terus biar kita semua tau kalo yang lagi lewat itu tukang perabot, si pak tukangnya itu nyalain recorder atau make toa sambil ngomong “perabot perabot, silahkan perabotnya bu. ada ember, gayung bla bla bla… *sampe hapal ya eikeh :D*

Nah, dari cuap-cuap itulah Fathimah akhirnya bisa niru ucapan pak tukang itu, emang belum fasih sih ucapannya tapi kalo dia bilang “abot abot” kita semua udah tau maksudnya apa. Jadi seneng aja dia komat kamit ngulangin kalimat itu kalo lagi maen. “abot abot, buk abot abot” hahaha๐Ÿ˜€
Kalo ayun-ayun itu maksudnya sayur-sayur. Kalo pak tukang sayur nadanya lain lagi. Kalo mereka lewat bilangnya “yur sayur” dengan nada turun naik *bayangin sendiri aja ya gimana nadanya*
Jadi tiap kali tukang sayur lewat dan kebetulan Fathimah lagi di luar pasti dia ikut mengiringi teriakan tukang sayur “aayuuuun ayuuuun”๐Ÿ˜€, tukang sayurnya sih udah hapal aja ma suara fathimah jadi mereka cuma bisa tertawa aja sambil berlalu. Dan tiap kali dia kita kasih uang pasti bilangnya gini ” dada mua,,mau bili ayuuun” (artinya dada semua, Fathimah mau beli sayur) sambil melambaikan tangan dan nenteng tas๐Ÿ˜€

Selain kedua tukang di atas, Fathimah juga udah bisa niruin suara tukang juwalan yang lain yaitu sol sepatu. Di sini pak tukang sol sepatunya kalo tereaknya lucu “sooooooolll spatu” jadi kata solnya lambat, kata sepatunya cepat. waktu awal-awal pindah malah saya sempat ngirain itu adalah tukang batu๐Ÿ˜€ soalnya kata sepatunya terdengar samar-samar dan diucapkan dengan cepat.
Dan tau gak gimana Fathimah niruin suaranya pak sol sepatu? dia bilangnya gini “oooool atuk”๐Ÿ˜€
awalnya saya bingung apa maksudnya, ternyata oh ternyata itu artinya sol sepatu…

Makin ngefans deh sama Fathimah
ai lop yu bulat-bulat nak, mmmuah…

6 thoughts on “Abot…Abot.., Ayuuuun…Ayuuunnn!!!

    • iya mba, dan itu membuat saya harus belajar lebih banyak lagi
      agar saya bisa memberikan contoh yang baik-baik bagi anak-anak.
      semoga kita bisa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s